uklik.net DEPOK – Lembaga Kemanusiaan Baraya Care kembali menggelar acara edukasi kesiapsiagaan bencana dengan tema “Relawan Tangguh untuk Negeri, Melindungi yang Rentan, Membangun yang Tangguh.” Acara ini berlangsung di City Plaza, Depok, pada Sabtu, 10 Januari 2025, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua Baraya Care Teuku R. Airifin, Ketua Yayasan Al Ahya Firdaus Adjum, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Adnan Wahyudin yang juga mewakili Walikota Depok, serta Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok Mohammad Hafid Natsir.

Acara ini dibuka dengan sambutan yang penuh semangat dari Teuku R. Arifin, yang menegaskan komitmen Baraya Care untuk terus meningkatkan kapasitas relawan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana. Sementara itu, Adnan Wahyudin, mewakili pemerintah kota, memberikan apresiasi atas pentingnya kegiatan seperti ini, yang turut mengedukasi dan memperkuat kesiapsiagaan bencana di masyarakat.
Tidak hanya edukasi, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan musik dari grup band mitra Baraya Care yang membuat suasana semakin hidup. Acara ini dipandu dengan profesional oleh MC Widya Raya, memberikan nuansa yang lebih menyenangkan dan interaktif.


Kesiapsiagaan Bencana dan Kolaborasi Antar-Lembaga
Acara ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Iis Yulianti, M.Si. Ketua Tim Pentahelix Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, dan Taufiq Ibrahim, relawan dari Sahabat Siap Selamat Indonesia. Iis Yulianti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam penanggulangan bencana, mengingat Indonesia menduduki peringkat kedua negara paling rentan bencana di dunia menurut The World Risk Index 2023.
Iis juga menyampaikan kabar baik tentang rencana revisi Perka No. 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana, untuk lebih melindungi dan meningkatkan kompetensi para relawan. Selain itu, BNPB memperkenalkan platform Deks Relawan dan Katalog Kesiapsiagaan sebagai sarana untuk melaporkan kegiatan relawan dalam situasi darurat.
Sementara itu, Taufiq Ibrahim berbagi pengalaman berharga selama bertugas di Sumatera, khususnya di Aceh, yang baru-baru ini dilanda musibah bencana banjir dan longsor. Ia mengungkapkan betapa pentingnya koordinasi yang solid antar-relawan dan masyarakat dalam merespons bencana. Gambaran visual dalam bentuk video memperlihatkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi relawan di lapangan, dengan tumpukan material yang terbawa banjir, namun mereka tetap bersemangat membersihkan puing-puing dan memberikan bantuan kepada korban.

Solidaritas dan Dukungan untuk Korban Bencana
Kang Ibra juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak melupakan saudara-saudara kita di Aceh dan daerah bencana lainnya. “Solidaritas kita sangat berarti. Bantuan dalam bentuk apapun, baik itu donasi maupun dukungan moral, sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan,” ujarnya.
Penutupan dengan Pemberian Apresiasi dan Deklarasi Relawan
Sebagai penutup acara, Baraya Care memberikan apresiasi kepada perempuan relawan yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam kegiatan kemanusiaan. Acara diakhiri dengan Deklarasi Relawan Depok Bersatu, yang menyatukan komitmen seluruh elemen relawan di Kota Depok untuk bekerja bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana dan meningkatkan kualitas respons terhadap bencana yang mungkin terjadi.

Acara ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat adalah kunci dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi ancaman bencana. Baraya Care, dengan semangat dan komitmennya, terus berperan aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan mendukung korban yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan, kita akan selalu siap menghadapi setiap tantangan yang datang. (AS/red)
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik



