
Uklik.net -;Jakarta — Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, bencana alam, dan dinamika global.
Hal ini ditegaskan oleh Sugeng Harmono, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, dalam wawancara pada forum CORE Outlook Sektoral 2026: Ketahanan Pangan Indonesia – Dari Bencana ke Strategi.
Menurut Sugeng, ketahanan pangan nasional dilakukan berbasis perencanaan yang terintegtasi, data lintas sektor, dan sinergi pusat–daerah.
“Pemerintah konsisten menjaga ketahanan pangan nasional dengan pendekatan terintegrasi. Kejadian bencana diharapkan tidak menganggu ketahanan pangan, tetapi akan menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan ketahanan pangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari Bencana Menuju Strategi Nasional
Sugeng menjelaskan, pengalaman Indonesia menghadapi bencana hidrometeorologi, kekeringan ekstrem, hingga gangguan distribusi pangan telah mendorong lahirnya kebijakan berbasis manajemen risiko pangan.
Pemerintah kini memperkuat peta kerawanan pangan, sistem peringatan dini, serta diversifikasi sumber produksi.
“Kami tidak lagi hanya berbicara produksi, tetapi juga cadangan dan distribusi pangan , serta peningkatan daya beli masyarakat. Ketahanan pangan adalah ekosistem yang melibatkan banyak aektir, bukan sektor tunggal,” jelasnya.
Strategi pascabencana difokuskan pada rehabilitasi lahan pertanian terdampak, optimalisasi teknologi pertanian, penguatan peran BUMN pangan, serta dukungan pembiayaan bagi petani dan pelaku pangan lokal.
Swasembada Pangan 2026: Target Terukur dan Realistis
Terkait target swasembada pangan 2026,
Sugeng menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah berbasis data produksi, proyeksi konsumsi, dan kapasitas nasional.

“Swasembada pangan 2026 tetap terjaga bukan slogan. Ini target yang dihitung dari basis data nasional, termasuk peningkatan produktivitas, efisiensi pupuk, perluasan tanam, dan penguatan logistik pangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan lembaga riset, pelaku usaha, serta pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan.
Ketahanan Pangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa
Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian,
Pemerintah memandang ketahanan pangan sebagai fondasi stabilitas sosial, ekonomi, dan kedaulatan nasional.
“Ketika pangan aman, bangsa kuat. Karena itu negara hadir, konsisten, dan tidak boleh abai,” pungkas Sugeng.
Forum CORE Outlook Sektoral 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam merumuskan arah kebijakan pangan Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan menuju 2026.
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik


