uklik.net – SUKOHARJO – Akademi Sepakbola Samba Persada yang berlaga di kelompok umur 16 tahun , berhasil mencetak kemenangan 2-0 atas Puslat Pandanaran Boyolali, di laga terakhir Liga Topskor Sukoharjo, yang berlangsung di Lapangan Kemasan Polokarto Sukoharjo, Sabtu 7 Februari 2026 dengan kick off pukul 14.00 wib.
Arya Daru dan kawan kawan yang dilatih oleh mantan pemain Persis Solo Didik Kuntadi menaklukkan Puslat Pandanaran Boyolali yang dilatih mantan pemain Arseto Ahmad Arif.
Samba Persada tampil konstan dengan menguasai jalannya pertandingan. Babak pertama dengan kondisi lapangan yang kering, kedua tim bermain imbang kosong kosong .
Sementara dibabak kedua , dibawah guyuran hujan lebat , Samba Persada unggul satu gol dimenit awal babak kedua. Sementara menjelang akhir laga Samba Persada menambah gol melalui Arya Danu. Pemain asal Cilacap ini memborong dua gol untuk membawa keunggulan Akademi Sepakbola Samba Persada Sukoharjo.
Pelatih Samba Persada Didik Kuntadi menyebut timnya, hanya sekali kalah dalam lima belas pertandingan. ” Sekali kalah saat melawan Fortune Sukoharjo,” ujar Didik Kuntadi, yang ditemui awak media seusai pertandingan.



Pada klasemen akhir Liga TopSkor kelompok umur 16 ini , Samba Persada bercokol diposisi kelima . Sementara untuk peringkat pertama akan mewakili Solo Raya untuk maju ketingkat nasional Liga TopSkor 2026.
Pembina Akademi Sepakbola Samba Persada yang juga owner Klub Samba Persada Sukoharjo, Profesor doktor Suparji Ahmad mengaku bangga dan apresiasi tinggi kepada tim Samba Persada yang tampil diajang Liga TopSkor Sukoharjo 2026.
Dikatakan Prof Suparji, tim Kelompok Umur 16 yang baru saja menang 2-0 atas Puslat Pandanaran, mempunyai pemain pemain yang berkualitas. Teamwork dan fighting spirit pemain sangat besar dalam berjuang ditengah lapangan.
Kerja keras tim Samba Persada kelompok umur 16 ini juga terlihat dari pemain yang cedera hingga dilarikan kerumah sakit.
Yang membanggakan Prof Suparji selain pemain yang kerja keras, juga dukungan keluarga besar Samba Persada termasuk para orang tua pemain.
” Maka salah satu logo di Samba Persada ini adalah rumah , yang berarti tempat bernaung bersama,” tandas Profesor Suparji sebelum meninggalkan Lapangan Kemasan Polokarto Sukoharjo, Minggu (7/2) sore.
Seperti biasa, Prof Suparji bersama sang istri terus memberi support kepada pemain dari pinggir lapangan , bahkan saat hujan lebat mengguyur arena pertandingan.
Prof Suparji menjelaskan , bahwa saat puasa nanti para pemain pulang kedaerah masing masing. Selanjutnya, tim Samba Persada kelompok umur 16 akan bersiap dalam berbagai event seperti Piala Suratin dan Kompetisi Junior lainnya.
Sedangkan tim Samba Persada lainnya, juga terus bersiap , seperti Samba Persada Women yang saat ini berlaga diajang Hydroplus League Super di Kudus dan berada diperingkat pertama klasemen sementara. ( Jurnalis uklik.net – SAFRUDIN)
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik


