Uklik.net DEPOK, Anggota DPRD Provinsi Banten, Encop Sopia, S.Ag., M.A., dari Fraksi Gerindra, melakukan kunjungan kerja ke JatiJajar, sebuah destinasi wisata religi yang sarat akan nilai sejarah dan spiritualitas. Dalam kesempatan tersebut, Sopia didampingi oleh Pak Iwan, Juru Setu JatiJajar yang telah lama berperan dalam merawat dan melestarikan situs-situs sejarah di daerah tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas Sopia sebagai anggota Komisi III DPRD Banten yang membidangi sektor-sektor potensial, termasuk pariwisata. Sopia menjelaskan bahwa pengembangan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal adalah hal yang sangat penting untuk kemajuan daerah, khususnya di sektor pariwisata religi.
“JatiJajar memiliki potensi yang luar biasa. Tempat ini tidak hanya kaya akan nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang mendalam. Di sini, kita bisa melihat bagaimana pariwisata bisa menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat lokal,” ungkap Sopia dalam wawancara eksklusif.

JatiJajar sendiri dikenal sebagai lokasi yang memiliki situs-situs sejarah penting, terutama yang berkaitan dengan Wali Songo, khususnya Syarif Hidayatullah, yang merupakan tokoh besar dalam penyebaran Islam di Banten. Sopia menambahkan bahwa potensi wisata di kawasan ini sangat besar, baik dari sisi sejarah maupun spiritualitas.
Makna Mendalam di Setiap Sudut JatiJajar
Sopia mengungkapkan kekagumannya terhadap situs-situs yang ada di JatiJajar. Salah satunya adalah situ (danau) yang dikelilingi oleh situs-situs sejarah yang berhubungan dengan perjuangan para Wali Songo, termasuk Syarif Hidayatullah yang dihormati masyarakat Banten. “Saya merasa terhubung dengan leluhur kami, terutama Syarif Hidayatullah yang merupakan buyut saya. Di sini ada simbol Waliullah yang menjadi penjaga nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang harus kita lestarikan,” tambahnya.
Selain itu, Sopia juga menyoroti angka-angka historis yang terukir di beberapa situs di JatiJajar, seperti angka 1625, yang dikenal sebagai tahun penting dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, melibatkan Mataram, Banten, dan Cirebon. Angka tersebut, menurut Sopia, memiliki simbolisme mendalam, yang mencerminkan perjalanan panjang sejarah spiritual dan kebudayaan Islam di Indonesia.
Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pariwisata Religi
Sopia mengajak seluruh masyarakat Banten untuk lebih mengenal dan menjaga warisan sejarah daerah mereka dengan mengunjungi JatiJajar. “Melalui kunjungan ini, saya berharap masyarakat Banten bisa lebih menghargai sejarah mereka, terutama dengan mengenal lebih dalam sosok Sarif Hidayatullah yang menjadi simbol persatuan dan perdamaian,” harapnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengelola situs-situs sejarah ini. “Pemerintah harus lebih serius dalam memberikan perhatian pada pengelolaan dan pelestarian situs sejarah ini. Anggaran untuk pengembangan wisata religi perlu ditingkatkan, agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari sektor pariwisata,” tambah Sopia.
Keberkahan bagi Masyarakat Banten
Sopia berharap kunjungan ini tidak hanya sekadar memberikan informasi sejarah, tetapi juga memberi keberkahan bagi masyarakat. “Dengan memahami sejarah dan mengajarkan nilai-nilai positif kepada generasi berikutnya, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat Banten secara langsung,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pak Iwan, Juru Setu JatiJajar, menambahkan bahwa masyarakat sekitar sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. “Kami siap mendampingi dan bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa potensi wisata religi di JatiJajar dapat berkembang dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan ini memberikan harapan baru untuk perkembangan pariwisata religi di Banten, yang tak hanya berfokus pada pendapatan daerah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian warisan budaya yang tak ternilai. (AS/red)
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik


