uklik.net- Diprediksi H+3 Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada Selasa (24/03/2026), puncak arus balik pemudik yang menuju Jabodetabek dari berbagai daerah, hal ini disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.
“Sementara, untuk angka tertinggi (periode arus balik) pada 24 Maret 2026,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo
Lebih lanjut, Franoto mengatakan rata-rata volume kedatangan periode arus balik yakni pada 23-29 Maret adalah sebanyak 50 ribu penumpang per hari.
“Angka ini (50 ribu) adalah (rata-rata kedatangan di) Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan stasiun-stasiun lainnya, seperti Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Jadi, total rata-rata per harinya sekitar 50 ribu penumpang yang balik ke wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Franoto.
Mobilitas arus balik pun telah terlihat pada hari ini atau H+1 Lebaran. Tercatat pada Minggu ini per pukul 09.00 WIB, sebanyak 41.663 orang tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 1 Jakarta.
Sementara, sebanyak 41.754 penumpang yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta.
Oleh karena itu, lanjut dia, KAI Daop 1 Jakarta pun telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan operasional di periode arus balik dapat berjalan dengan lancar.
“Ya, tetap untuk kereta api tambahan kita operasikan dari wilayah Daop 1 Jakarta. Kereta api tambahan ada 13 perjalanan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasarsenen. Jadi, totalnya 20 perjalanan kereta api tambahan, sampai tanggal 1 April,” kata dia.
Selain itu, Franoto juga mengimbau masyarakat untuk tertib, terutama terkait penjemputan, agar arus mobilitas pemudik dapat berjalan dengan lancar.
“Dalam menghadapi masa arus balik, terutama yang turun atau tiba di Stasiun Pasarsenen, kami mengimbau kepada penjemput penumpang agar tidak menggunakan kendaraan roda empat dikarenakan kapasitas parkir di Stasiun Pasarsenen ini terbatas, sehingga dapat mengganggu atau memengaruhi kelancaran dari alur kendaraan di parkiran Stasiun Pasarsenen,” ujar Franoto.
Lalu Lintas via Tol
Pemerintah kini tengah mempersiapkan periode arus balik yang akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan menerapkan skema modifikasi lalu lintas kendaraan, seperti sistem satu arah atau one way di tol.
“Kami mengimbau masyarakat untuk hindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 24 Maret 2026,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, Senin (23/3/2026).
Sedangkan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, dalam menghadapi arus balik para pemudik, kemungkinan penerapan one way lokal secara bertahap untuk mengurai kepadatan akan diterapkan.
Ia turut menyarankan kepada para pemudik untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dengan mengatur jadwal perjalanan kembali pada 26 sampai 28 Maret 2026.
“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada tanggal 23-24 (Maret 2026) dan tahap kedua pada tanggal 28-29 (Maret 2026). Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” ucap Agus.
“Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang direncanakan dimulai pada tanggal 24 (Maret 2026), sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja,” tegasnya.
(hm)
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik


