Rabu, Mei 13, 2026
BerandaMusik, Film, BudayaFilm Nothing Loves Kay, Suara Lantang Yang Diragukan

Film Nothing Loves Kay, Suara Lantang Yang Diragukan

-

 


Uklik.net – Jakarta — Dunia e sport sering kali dipandang sebelah mata oleh generasi pendahulunya dianggap sekadar hobi membuang waktu atau melarikan diri dari kenyataan. Namun, melalui film terbaru besutan Bernardus Raka bertajuk Nothing Loves Kay, stigma tersebut siap dipatahkan melalui potret perjuangan yang mentah dan emosional.

Senin (11/5), suasana Senayan City terasa berbeda. Kolaborasi apik antara ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, dan Visinema Pictures resmi merilis trailer serta poster film yang digadang-gadang menjadi oase bagi genre coming-of-age di Indonesia.
​​Sutradara
Bernardus Raka tidak hanya ingin membuat film tentang kompetisi gim. Ia membawa misi yang lebih pribadi: memberi suara bagi mereka yang mimpinya dianggap aneh atau tidak konvensional. Terinspirasi dari kisah hidup pro player ONIC Kairi, film ini membedah lapisan pengorbanan yang jarang terlihat di balik gemerlap layar turnamen
.

“Cerita Kay bagi saya adalah cerita yang universal. Banyak dari kita memiliki mimpi yang tidak dianggap konvensional,” ungkap Raka dalam sesi konferensi pers
.

Melalui Nothing Loves Kay, Raka seolah ingin mengetuk pintu hati para orang tua dan masyarakat bahwa jalur pro player adalah profesi dengan tingkat ketahanan mental yang luar biasa tinggi.
​​Tokoh
Kay diperankan oleh aktor muda berbakat Bima Azriel. Dalam trailer yang baru saja dirilis, penonton diperlihatkan bagaimana Kay harus berhadapan dengan tembok keraguan, baik dari lingkungan maupun dirinya sendiri
.

Bima mengaku sangat terkoneksi dengan peran ini. Menurutnya, Kay adalah representasi dari ambisi dan rasa lapar anak muda zaman sekarang yang sering kali “kesepian” dalam membentuk. Ini bukan lagi soal adu tangkas jari di atas ponsel atau PC, melainkan soal ketahanan mental ketika seolah dunia membelakangi kita.

Satu hal yang membuat film ini menarik untuk dinantikan adalah komposisi pemainnya. Selain jajaran bintang muda seperti Rey Bong, Joshia Frederico, Aurora Ribero, dan Melati Sesilia, film ini diperkuat oleh kehadiran aktor senior dan seniman lintas disiplin.

Ada nama Mian Tiara dan Elly D. Lutan, hingga sentuhan musik dari Baskara Basboi dan Ayastrophile. Perpaduan ini menjanjikan sebuah tekstur cerita yang kaya, di mana energi anak muda bertemu dengan kedalaman akting para seniornya.
Pertaruhan di 4 Juni: Menang atau Kehilangan Diri?

Pertanyaan besar yang ditinggalkan oleh trailer-nya adalah: Akankah Kay berhasil menaklukkan dunia e sport demi membuktikan mereka salah (buktikan mereka salah), atau justru ia akan kehilangan identitasnya demi sebuah kemenangan yang diam-diam?

Bagi kita yang pernah atau sedang berjuang di jalur yang tidak disetujui orang lain, film ini adalah sebuah refleksi. Apakah kemenangan berarti mendapatkan piala, atau sekedar tetap setia pada diri sendiri?
Pastikan Anda menjadi saksi perjuangan Kay. Nothing Loves Kay siap menggetarkan layar bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Juni 2026.(FRT)

uklik.net
uklik.nethttps://uklik.net
news - musik update

Related articles

Latest posts