Minggu, Mei 24, 2026
BerandaSeputar Jawa TengahSRAGEN KLB - RS Darurat Covid-19 Sragen Siapkan 108 Paramedis

SRAGEN KLB – RS Darurat Covid-19 Sragen Siapkan 108 Paramedis

-

uklik.net – SRAGEN – Kabupaten Sragen telah ditetapkan KLB Covid-19. Sementara Operasional rumah sakit darurat , khusus menangani pasien positif terpapar corona maupun pasien dalam pengawasan (PDP) telah disiapkan Pemkab Sragen . Rumah Sakit Darurat yang berada di Kompleks Techno Park Ganesha Sukowati menunggu kesiapan paramedis. Sebanyak 108 tenaga medis yang dipekerjakan di RS itu kini sedang menjalani pelatihan selama empat hari.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendatangi RS darurat corona yang telah selesai dibangunnya di kompleks Sragen Technopark. Kusdinar Yuni bahkan memberikan briefing khusus kepada para calon paramedis yang disiapkan di rumah sakit ini. menurut Yuni , rumah sakit darurat ini menyediakan 24 kamar yang setara fasilitas kelas I yang memiliki tempat tidur, kamar mandi dalam dan tabung oksigen. Tiap kamar diperuntukkan satu pasien rawat inap.

Yuni mengatakan , pelatihan tersebut tak sama bagi 108 tenaga yang akan dipekerjakan di RS darurat corona. Mereka memiliki protab berlainan untuk menangani pasien, yakni dari medis, tenaga penunjang dan paramedis. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya dokter dan 48 perawat. Tenaga medis dan paramedis ini diperbantukan dari rumah sakit negeri dan swasta di Sragen.
Rawat inap di RS darurat corona diperuntukkan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) yang menunggu hasil swab dan orang dalam pemantauan (ODP) yang membutuhkan penanganan ekstra. Jika kondisinya memburuk, maka akan dirujuk ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. ” Jadi , rumah sakit darurat ini , tentu peralatannya komplit yang di RSUD maupun di Suratno Gemolong. Disini kita gunakan untuk pasien yang PDP maupun ODP yang menunggu keluarnya lab SWAB,” tandas Yuni , kepada wartawan di Kompleks RS Darurat . Senin(13/4) sore.
Sementara Anggota tim Covid-19 RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Dr. Lulus Budiarto,Sp.DP , mengatakan pelatihan bagi SDM RS darurat corona untuk memberikan pemahaman seragam terkait prosedur penanganan pasien. Pelatihan ini meliputi deteksi pasien hingga perlakuan khusus bagi mereka.

Menurut Lulus , pelatihan untuk mendeteksi pasien apakah itu layak dikategorikan PDP. ” jadi dilatih untuk bisa melakukan deteksi. Ada pelatihan anamnesis serta pemeriksaan fisik yang perlu dipertaja,” ujar Lulus Budiarto , yang didampingi Direktur RS Darurat Agus Suhermanto dan Kepala DKK Hargianto. Nantinya , lanjut Lulus , ada warning score, dari situ bisa ditentukan masuk PDP atau ODP. Termasuk tenaga penunjang juga diberikan pelatihan karena semuanya memerlukan perlakuan khusus.( Saf )

uklik.net
uklik.nethttps://uklik.net
news - musik update

Related articles

Latest posts