• uklik.net
  • Kabar Militer
  • News Uklik
    • Musik, Film, Budaya
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan
    • Khazanah
    • Mancanegara
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Olah Raga
  • News Daerah
    • Seputar Depok
    • Seputar Jawa Tengah
    • Seputar Jawa Barat
    • Seputar Jawa Timur
    • Seputar Banten
    • Seputar Jambi
    • Wisata Kab. Bogor
  • Vidio Uklik
No Result
View All Result
  • uklik.net
  • Kabar Militer
  • News Uklik
    • Musik, Film, Budaya
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan
    • Khazanah
    • Mancanegara
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Olah Raga
  • News Daerah
    • Seputar Depok
    • Seputar Jawa Tengah
    • Seputar Jawa Barat
    • Seputar Jawa Timur
    • Seputar Banten
    • Seputar Jambi
    • Wisata Kab. Bogor
  • Vidio Uklik
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Opini

JIKA TIDAK BISA MEMBALAS KEBAIKAN ULAMA JANGAN HANCURKAN NAMANYA…

uklik.net by uklik.net
29/11/2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
JIKA TIDAK BISA MEMBALAS KEBAIKAN ULAMA JANGAN HANCURKAN NAMANYA…

JIKA TIDAK BISA MEMBALAS KEBAIKAN ULAMA JANGAN HANCURKAN NAMANYA...

0
SHARES
0
VIEWS

BacaJuga

Mengutip Tak Lagi Gratis: Menuju Era Royalti Karya Jurnalistik

Akhmad Munir dan Harapan Baru di Rumah Besar Wartawan

Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta Bekerja Sama Dosen Kesehatan Terbitkan Penelitian Kolaborasi Multidisiplin

Post Views : 384
9 / 100
Didukung oleh Rank Math SEO
Skor SEO
uklik.net – PASURUAN – Di zaman ketika berita dapat menyebar lebih cepat daripada kebenaran, kita sering melihat bagaimana kehormatan seseorang bisa dihancurkan hanya dalam hitungan detik. Lebih menyedihkan lagi, terkadang fitnah itu diarahkan kepada orang-orang yang selama hidupnya justru mengabdikan diri untuk umat—ulama yang menjadi lentera di tengah kegelapan zaman.
Salah satu ulama yang hari ini sedang diuji dengan fitnah semacam itu adalah Ustad Taufiq Assegaf, sosok yang saya kenal sebagai pribadi yang lembut, tawadhu’, dan penuh dedikasi. Beliau bukan hanya mengajar; beliau membentuk akhlak, menanamkan nilai, dan mendidik generasi sejak masa mudanya. Hari-harinya diisi dengan dakwah, bimbingan, dan pelayanan kepada umat tanpa pamrih.
Namun, sebagaimana terjadi pada banyak ulama sepanjang sejarah, tidak semua orang mampu menghargai ketulusan itu. Ada yang datang meminta kebaikan, menikmati kepercayaan, mengambil manfaat, bahkan memakan harta yang bukan haknya—tetapi pada akhirnya justru membalas kebaikan dengan fitnah.
Inilah salah satu ujian terbesar bagi umat: mampukah kita membedakan antara kebenaran dan suara keras yang dibangun dari kebencian?
Sebagai seorang muslim yang masih mencintai para ulama, sebagai seseorang yang melihat bagaimana fitnah ini berusaha mencoreng kehormatan seorang alim, saya — Raguan Ali — merasa terpanggil untuk menyampaikan pembelaan ini.
ULAMA ADALAH PENOPANG UMAT, BUKAN SASARAN FITNAH
Dalam kitab-kitab klasik disebutkan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Ulama bukan sempurna, tetapi mereka orang-orang yang memikul beban paling berat: beban amanah ilmu, amanah dakwah, amanah moral.
Karena itu, ulama tidak boleh diperlakukan sembarangan. Nama mereka tidak boleh dipermainkan demi kepentingan pribadi. Menyakiti mereka sama artinya melemahkan tiang agama itu sendiri.
Kita pernah mendengar ungkapan ulama:
“Daging ulama itu beracun.”
Sebuah peringatan keras bahwa siapa pun yang merusak nama baik ulama, yang menggunjing, memfitnah, dan membangun dusta tentang mereka, sedang menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya yang besar—baik secara moral maupun spiritual.
USTAD TAUFIQ ASSEGAF ADALAH ULAMA YANG DIKENAL INTEGRITASNYA
Saya mengenal Ustad Taufiq bukan dari berita, tetapi dari akhlaknya.
Beliau bukan ustadz yang hidup dari popularitas. Beliau tidak mengejar panggung. Beliau tidak mencari kekayaan. Beliau adalah ulama yang hidupnya tenang, jauh dari keramaian, fokus pada ilmu dan pengabdian. Beliau lebih memilih diam daripada mengumbar, lebih memilih sabar daripada membalas, dan lebih memilih doa daripada debat.
Ulama semacam ini tidak pantas dijatuhkan oleh narasi palsu.
Ulama semacam ini tidak wajar diseret ke dalam fitnah orang-orang yang sedang berusaha menutupi masalahnya sendiri.
Dan ulama semacam ini tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian menghadapi badai kebohongan.
JIKA TIDAK BISA MEMBALAS KEBAIKAN ULAMA, SETIDAKNYA JANGAN HANCURKAN NAMANYA
Banyak orang datang kepada ulama untuk meminta doa, meminta bantuan, meminta pertolongan, meminta kepercayaan. Ulama memberi tanpa hitung-hitungan. Mereka menolong tanpa pamrih. Mereka menerima orang dengan hati terbuka.
Namun ketika sebagian orang itu menyakiti—lebih menyakitkan lagi jika orang yang menyakiti adalah yang paling banyak diberi kebaikan—maka itu bukan hanya pengkhianatan kepada manusia, tetapi pengkhianatan kepada amanah Allah.
Dari sinilah saya menyampaikan seruan ini:
Jika tidak bisa membalas kebaikan ulama, maka janganlah menghancurkan namanya.
Jika tidak sanggup berbuat benar kepada mereka, maka janganlah membalasnya dengan kebohongan.
Karena fitnah terhadap ulama bukan hanya mencederai dirinya, tetapi mencederai umat yang ia bimbing.
SERUAN UNTUK UMAT: BERHATI-HATILAH TERHADAP BERITA YANG TIDAK TERUJI
Hari ini kita dituntut untuk lebih bijak, lebih berhati-hati, dan lebih kritis. Jangan mudah percaya pada suara-suara yang keras tetapi tidak bermoral. Jangan mudah percaya pada berita yang tidak diverifikasi. Jangan mudah percaya pada orang yang sedang bermasalah dengan hukum kemudian membangun cerita untuk menyelamatkan dirinya.
Ulama adalah cahaya. Fitnah adalah kegelapan. Tugas umat adalah memilih di mana ia berdiri.
Saya berdiri bersama kebenaran,
saya berdiri bersama kejujuran,
dan saya berdiri membela ulama yang dizalimi.
Semoga Allah menjaga Ustad Taufiq Assegaf, menjaga para ulama dari kezaliman, dan menjaga umat dari fitnah yang memecah belah.
Dan semoga suara pembelaan ini menjadi bukti bahwa masih ada hamba Allah yang mencintai kehormatan ulama dan tidak akan diam ketika nama mereka dicemarkan.
Hormat saya, Raguan Ali
Previous Post

Festival Sukmajaya Menyala 2025: Perayaan Kreativitas dan Kolaborasi Warga Depok

uklik.net

uklik.net

news - musik update

Baca Selanjutnya

Mengutip Tak Lagi Gratis: Menuju Era Royalti Karya Jurnalistik
Opini

Mengutip Tak Lagi Gratis: Menuju Era Royalti Karya Jurnalistik

10/10/2025
Akhmad Munir dan Harapan Baru di Rumah Besar Wartawan
Opini

Akhmad Munir dan Harapan Baru di Rumah Besar Wartawan

02/09/2025
Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta Bekerja Sama Dosen Kesehatan Terbitkan Penelitian Kolaborasi Multidisiplin
Opini

Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta Bekerja Sama Dosen Kesehatan Terbitkan Penelitian Kolaborasi Multidisiplin

16/12/2023
Please login to join discussion
  • BERITA UKLIK
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi Uklik.Net
email : ukliknews08@gmail.com

2018 © uklik.net All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • BERITA UKLIK
  • Contact
  • Daftar Kelurahan Di Kota Depok
  • Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kode Pos Di Kabupaten Bogor
  • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi Uklik.Net
  • Sejarah Depok
  • Sejarah Kabupaten Bogor
  • Sejarah Kota Tangerang Selatan
  • uklik.net
  • UklikNet
  • Wisata Alam di Kabupaten Bogor

2018 © uklik.net All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uklik.net cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.