UKLIK.NET – SOLO – Tepat pukul 10.30 Waktu Indonesia Barat, iring-iringan Prajurit Keraton kasunanan Surakarta mengawali acara Grebeg Syawal 1447 Hijriyah, bertepatan dengan hari Minggu 22 Maret 2026.
https://youtu.be/6Whm9S1E8aQ?si=XEe44dENmr_yIOYp
Seperti terlihat di Kompleks Keraton kasunanan Surakarta , tidak terlihat masyarakat yang berjubel untuk menyaksikan iring-iringan Grebeg Sawal ini. Seperti biasanya grebeg Syawal memang kurang menarik perhatian, karena warga masyarakat Masih berfokus pada lebaran di kampung halamannya masing-masing.
Beberapa kerabat Keraton Surakarta , yang ditemui awak media mengatakan bahwa, dalam kondisi apapun acara grebeg Syawal harus tetap dilaksanakan seperti yang diungkapkan oleh kerabat Keraton Kanjeng Pangeran Haryo ( KPH ) Edi Wirabumi.

” Ya kita menjaga situasi , dan mensuport serta memastikan gerebeg ini digelar dengan lancar,” ujar KPH Eddy Wirabumi, kepada awak media yang menemui saat akan memasuki Keraton melalui Kori Kamandungan, Minggu (22/3) siang.

Gerebeg Syawal 1447 ini memang digelar oleh kubu Purboyo, terlihat dengan hadirnya juru bicara Purboyo, KRT Singonagoro sebagai perwakilan saat mendatangi Masjid Agung.
Grebeg Syawal Keraton Surakarta adalah tradisi tahunan Hajad Dalem (sedekah raja) yang diadakan setiap 1 Syawal (Idulfitri) sebagai wujud syukur atas berakhirnya Ramadan. Prosesi utamanya adalah arak-arakan gunungan hasil bumi dari Keraton ke Masjid Agung Surakarta untuk didoakan sebelum akhirnya diperebutkan warga, disimbolkan sebagai berkah.
Perebutan gunungan juga digelar didepan Kori Kamandungan, sebagai akhir dari acara Gerebeg Syawal. ( JURNALIS UKLIK.NET – SAFRUDIN )
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik


