Jumat, Mei 15, 2026
BerandaSeputar Jawa TengahMushab Batik Pertama Didunia Selesai Digarap di Kampung Batik Laweyan

Mushab Batik Pertama Didunia Selesai Digarap di Kampung Batik Laweyan

-

SOLO – UKLIK.NET – Moment Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, kali ini terasa istimewa. Adalah Kampung Batik Laweyan Solo yang mampu menelorkan rekor dengan karya Mushab Alquran bermotif batik.

Setelah empat tahun dikerjakan tanpa kenal lelah, akhirnya Mushab Al-Qur’an batik pertama ditanah air dan mungkin di dunia, berhasil diselesaikan penggarapannya.

Inilah mushab Al-Quran batik, yang telah selesai pengerjaannya, di rumah salah seorang pengrajin  batik, di Kampung Batik Laweyan, Solo.

Mushab Al-Quran batik tersebut, saat ini dalam proses tashih atau koreksi, oleh ahli Al-Quran dari MUI, untuk mengetahui, ada tidaknya kesalahan dalam penulisan ayat Al-Quran.

Untuk memudahkan tashih, lembar-lembar Al-Quran batik, yang dibuat diatas kain ukuran 95cmx115cm tersebut, di pajang disebuah ruangan khusus.

Menurut penggagas pembuatan Mushab Al-Quran batik, Alpha Fabela, untuk menyelesaikan Mushab Al-Quran batik tersebut, pihaknya memakan waktu 4 tahun.

” Pengerjaan Mushab Al-Quran batik yang melibatkan 4 orang tersebut, dikerjakan siang malam, agar segera terselesaikan,” Tandas Alpha Fabela, ditemui reporter UKLIK.NET Salahuddin SP , dikediamannya kawasan Laweyan, Senin(4/10).

Pengerjaan mushab Al-Quran batik tersebut, dimulai dengan menggambar pola Al-Quran, diatas kain putih, mengeblat, mencanting, hingga proses pewarnaan. Dimana semua dilakukan dengan penuh ketelitian, dan kehati-hatian.

Menurut pemilik batik mahkota ini, dibutuhkan sekitar 500meter kain mori, untuk menuliskan 30juzz ayat Al-Quran.

Sementara untuk jumlah malam atau cairan yang digunakan untuk mencanting tulisan ayat Al-Quran, menghabiskan cukup banyak malam ataupun pewarna.

Hasil kerja keras untuk membuat Mushab Al-Quran batik, kini hampir terwujud. Setelah selesai di tashih, nantinya Mushab Al-Quran batik tersebut, akan di jilid secara manual, dan diletakkan diatas meja kaca, dan siapapun boleh membukanya.

Menurut Alpha, Mushab Al-Qur’an Batik yang dikerjakan, merupakan Al-Qur’an model Jawa Kudusan (daerah Kudus), sehingga kedepan pihaknya berencana kembali membuat Mushab Al-Quran diatas kain dengan model Usmaniah. ( Tim Jurnalis UKLIK.NET – Salahuddin  SP )

uklik.net
uklik.nethttps://uklik.net
news - musik update

Related articles

Latest posts