uklik.net – SUKOHARJO – Profesor Doktor Suparji Ahmad, saat ini dikenal sebagai Seorang Profesor yang gila bola. Bayangkan saja , hanya untuk ikut serta dalam satu turnamen saja , ahli hukum dan guru besar di salah satu universitas di Jakarta ini , bersedia merogoh kocek sendiri sekitar 600 juta rupiah.
Turnamen tersebut digelar dua hari disetiap akhir pekan, dengan titel Liga Topskor 2026 yang berlangsung di Lapangan Kemasan Polokarto Sukoharjo.
Profesor Suparji adalah owner dari klub Samba Persada Football Club yang bermarkas di Sukoharjo Jawa Tengah.
Profesor Suparji bersama sang istri, selalu berada ditengah-tengah pemain dan orangtuanya, untuk memberikan support kepada tim Samba Persada.
Ditemui saat menggelar acara perayaan ulang tahun dua pemainnya, Minggu 31 Januari 2026 di Resto Ungkepan Tampaaah Plumbon Mojolaban, Profesor Suparji menyebut dirinya sangat legowo dan ikhlas meski harus merogoh kantong pribadi untuk membeayai tim Samba Persada FC. ” Saya tidak bermaksud apa-apa, ini hanya sebagai informasi saja , bahwa setiap tim Samba Persada tampil di ajang Liga TopSkor, selalu mengeluarkan dana 20 juta. Padahal tim Samba Persada turun dengan dua tim di kelompok umur 14 dan kelompok umur 16. Total bermain satu tim 14 kali , dikali 2 tim , sekitar 600 juta rupiah untuk satu turnamen Liga TopSkor Sukoharjo ini. Belum lagi , kita juga membeayai Samba Persada Women yang tampil di ajang Hydroplus League Super yang berlangsung di Kudus setiap hari Minggu,” tandas Profesor Suparji Ahmad.
Tradisi yang selalu dilakukan klub Samba Persada dalam setiap pertandingan adalah, memberi uang saku untuk setiap pemain, bonus kemenangan, makan bersama seluruh pemain dan orangtuanya, dan perayaan ulangtahun para pemain, seperti yang dilakukan kepada tim Samba Persada kelompok umur 14 , seusai berlaga melawan R2 Solo dan meraup kemenangan 5-0 dipertandingan ke 13 ajang Liga TopSkor 2026.
Meski saat ini , tim kelompok umur 14 Samba Persada brrada diposisi 4 klasemen Liga TopSkor Sukoharjo 2026 , namun Profesor Suparji menyebut timnya adalah juara sesungguhnya. ” Karena liga ini namanya Liga TopSkor , sementara top skor liga ini adalah pemain Samba Persada atas nama Aditya Kurnia Triandika dengan 15 gol,” ujar Profesor Suparji.
Aditya Kurnia Triandika sendiri adalah anak dari Sumenep Madura yang digembleng di Akademi Samba Persada Sukoharjo. Pemain kelahiran 3 Maret 2012 ini , masih tercatat sebagai pelajar di SMP Negeri 3 Sumenep Madura.
Keberadaan Aditya di Akademi Samba Persada menjadi bukti, bahwa rekrutmen pemain berasal dari berbagai daerah untuk bisa dikembangkan talentanya. ” Saya dapat dispensasi dari sekolah untuk bergabung di Akademi Samba Persada ini,” tutur Aditya, yang didampingi salah satu pelatih Samba Persada, Adrian.
Pengorbanan besar untuk pembinaan pemain muda ini sangat diapresiasi oleh Denny Satrianto salah satu orang tua pemain di kelompok umur 14.
” Profesor Suparji sangat membantu kita , untuk menjadikan anak-anak menjadi pemain profesional,” kata Denny Satrianto, warga Nayu Banjarsari Solo, yang mantan pemain bola seangkatan dengan Almarhum Ferianto Eko di Persis Junior.
Acara pesta ulang tahun dan makan bersama pasca berlaga ini , membuat tim Samba Persada menjadi satu keluarga yang kuat dengan sokongan besar dari keluarga Profesor Suparji Ahmad.
Akademi Sepak bola Samba Persada Sukoharjo, mempunyai training camp dibeberapa lapangan, seperti Lapangan Teloyo Wonosari. Sedangkan mess pemain yang berasal dari luar daerah berada di Kadilangu Baki Sukoharjo.
Akademi sepak bola Samba Persada menjadi satu satunya SSB Gratis dengan fasilitas yang memadai dan sokongan dana yang kuat dari Profesor Suparji Ahmad SH MH.
Kemunculan Profesor Suparji Ahmad sebagai filantropis diarena sepakbola ini adalah fenomena baru ditengah kondisi sosial ekonomi yang berat saat ini.
Profesor Suparji berjanji untuk terus membina sepakbola dengan Pro Bono alias gratis ini sampai tak terhingga waktunya.
Hal ini mengingatkan kepada sosok sosok gila bola ditanah air yang rela merogoh kocek pribadi untuk sebuah pembinaan sepakbola nasional, seperti TD Pardede dengan klub Pardedetex-nya , Nirwan Bakrie dengan Primavera -Nya , Jusuf Kalla dengan Makasar Utama- nya, serta tokoh tokoh lain yang telah berkorban dengan kocek pribadi nya untuk kemajuan pembinaan sepakbola. ( Jurnalis uklik.net – SAFRUDIN )
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik



