
Uklik.net – Bekasi PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center di Kantor PLN UP3 Bekasi, Selasa (6/5/2025).
Peresmian ini menjadi SPKLU Center ke-7 di wilayah UID Jawa Barat dan menandai komitmen PLN dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi.
Acara peresmian dihadiri oleh jajaran manajemen PLN, Pemerintah Kota Bekasi, serta mitra pengembang infrastruktur kendaraan listrik.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa keberadaan SPKLU Center di Bekasi menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dari sisi transaksi.
“Di awal pengoperasian, transaksi SPKLU di Bekasi hanya sekitar 1.000 transaksi per bulan. Namun pada Desember 2024, jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 7.000 transaksi per bulan atau naik sekitar tujuh kali lipat,” ujar Sugeng.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari sisi nilai ekonomi, omzet transaksi pengisian kendaraan listrik di Bekasi telah meningkat dari di bawah Rp100 juta per bulan menjadi lebih dari Rp400 juta per bulan.
“Ini tentu berdampak positif bagi pendapatan daerah, khususnya dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ), yang kini meningkat hingga enam kali lipat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyambut baik peresmian SPKLU Center dan menyatakan bahwa Bekasi siap menjadi kota percontohan penggunaan kendaraan listrik.
§
“Kehadiran SPKLU Center ini memperkuat visi kami menjadikan Bekasi sebagai kota hijau, kota ramah lingkungan, dan kota yang berkelanjutan,” kata Tri.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi juga tengah mendorong berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah menjadi energi, pembangunan ruang terbuka hijau, hingga pengurangan emisi kendaraan bermotor.
Sedangkan, EVP PT PLN (Persero) Ririn Rachmawardini menjelaskan bahwa SPKLU Center Bekasi merupakan bagian dari strategi nasional PLN dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik.
“SPKLU Center Bekasi ini adalah yang ketujuh di UID Jawa Barat. Ke depan, kami akan terus memperluas hingga SPKLU Center ke-8 dan seterusnya di berbagai wilayah strategis,” ungkap Ririn.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci utama percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Transformasi energi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar kendaraan listrik benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya SPKLU Center ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong beralih ke kendaraan listrik, sekaligus memperkuat ekonomi hijau, meningkatkan pendapatan daerah, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik





