uklik.net – SOLO -Þ Tokoh gila bola , seorang guru besar Ilmu Hukum di Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta , Profesor doktor Suparji Ahmad Esha Emha menyoroti gelaran turnamen dan kompetisi liga yang kurang kredibel, karena penyelegara ikut serta dalam turnamen tersebut.
Menurut Profesor Suparji, sebuah turnamen harus dijaga marwahnya sebagai turnamen yang dilercaya dan fair play.
Profesor Suparji tidak bermaksud menuduh fihak tertentu, namun kejadian kurang masuk akal, di Liga TopSkor Sukoharjo 2026 membuat Profesor Suparji prihatin.
Kejadiannya, kata Profesor Suparji, adalah saat satu pemainnya yang bernama Aditya Kurnia Triandika , striker tim Samba Persada KU14 yang mengkoleksi 16 gol dalam 14 laga di Liga TopSkor Sukoharjo 2026 yang digelar di lapangan Kemasan Polokarto Sukoharjo. Dengan 16 gol tersebut , hingga kompetisi disebut berakhir, Aditya dikirimi undangan untuk mengikuti awarding ceremony Liga TopSkor Sukoharjo 2026 pada Minggu 15 Februari 2026.
Namun ternyata, panitia masih mempertandingkan pertandingan tunda antara PFA yang berhome base di Kemasan Polokarto, melawan FS 17 Akademi milik Ferdinan Sinaga. Dalam laga tersebut , pemain PFA Satria Cahya M mencetak 6 gol , sehingga torehan totalnya 18 gol , melampaui Aditya. Sehingga Satria Cahya ditetapkan sebagai top skor , dan Aditya dibatalkan.

” Yang tidak masuk akal , PFA mencetak 13 gol dan 6 golnya dicetak Satria Cahya, seharusnya laga tunda itu dilangsungkan sebelum kompetisi dinyatakan berakhir. Hal ini mencederai fair play dan panitia perlu dievaluasi, jangan sampai mengorbankan mental anak muda ,” tandas Profesor Suparji, Owner dari Akademi Samba Persada Sukoharjo , yang dikenal sebagai profesor gila bola karena membuat akademi sepak bola gratis.
Aditya Kurnia Triandika sendiri mengaku sangat kecewa atas kegagalannya sebagai top skor Liga TopSkor Sukoharjo 2026. Pemain asal Sumenep Madura ini , tidak menyangka dirinya dibatalkan sebagai top skor.
“Padahal saya sudah datang karena diundang panitia dalam surat undangan untuk menerima awarding sebagai top skor, ini sungguh mengecewakan,” ujar Aditya Kurnia, ditemui awak media di mess Samba Persada FC yang ada di Kadilangu Baki , Senin 16 Februari 2026.
Kondisi mengecewakan yang dialami Aditya Kurnia dan Owner Samba Persada Profesor Suparji, berbanding terbailk dengan prestasi yang sedang diraih Tim Samba Persada Women, yang kini sedang memuncaki klasemen diajang Kompetisi Liga sepakbola wanita Hydroplus di Super soccer Arena Kudus.
Atas penampilan meyakinkan Samba Persada Women ini , Profesor Suparji menargetkan tim ini bisa menjadi juara nasional.
Tiga pemain Samba Persada Women, yang diwawancarai di mess Samba Persada Women Senin 16 Februari 2026 , bertekat untuk mewujudkan target yang dicanangkan Profesor Suparji, sebagai juara nasional. Seperti diketahui, Samba Persada Women menutup laga terakhir HYDROPLUS Soccer League edisi Kudus kategori U-18 Putri jelang jeda bulan puasa dengan pesta gol, Minggu (15/2) siang. Kemenangan telak 12-0 atas Cirebon United pada pertandingan di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, semakin menguatkan asa Samba Persada Women untuk menancapkan fondasi dominasi di liga sepak bola putri level nasional tersebut.
Sebanyak 12 gol yang tercipta di laga pekan keenam tersebut lahir dari dua hat-trick yang masing-masing dicatatkan oleh Safa Kurnia Salsabila dan Griselda Vivian Mariana. Selain itu, Shifana Rizka Nadhifa dan Afkarina Diyanatul Khoir masing-masing menyumbang dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak oleh Yuri Maheswari Wijaya. Adapun satu gol tambahan tercipta melalui gol bunuh diri penyerang Cirebon United, Lady Lismaya.
Kemenangan telak tersebut mengukuhkan Samba Persada Women di puncak klasemen sementara dengan koleksi 13 poin hasil dari empat kemenangan dan satu kali imbang.
Sementara itu kabar baik datang dari Profesor Suparji sang pemilik Samba Persada FC ini , untuk melebarkan sayap dengan membuka cabang Akademi Sepakbola Samba Persada diberbagai daerah ditanah air.
Prof Dr Suparji Ahmad SH MH yang dikenal sebagai Guru Besar/Profesor Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia dan saat ini menjabat sebagai Ketua Program Doktor Ilmu Hukum dan Ketua Senat Akademik Universitas Al Azhar Indonesia itu ingin membantu anak anak muda dengan talenta sepakbola yang bagus , namun kesulitan karena terkendala beaya , untuk digembleng menjadi pemain berkualitas.
” Kita akan coba memanfaatkan para mantan pemain Samba Persada FC diberbagai daerah untuk menjadi pelatih Akademi Samba Persada. Ada yang di Aceh , ada yang di Padang , ada yang di Papua dan sebagainya. Nanti di bulan puasa ini kita akan open rekruitmen mencari pemain ,” Jelas Profesor Suparji, yang kini dikenal luas sebagai filantropis sepakbola karena membangun tim si Akademi Sepakbola Samba Persada dengan model gratis atau probono. Salah satunya adalah saat timnya berlaga dalam satu turnamen, Liga Topskor Sukoharjo yang baru saja selesai, Profesor Suparji menghabiskan sekitar 600 juta rupiah dengan merogoh koceknya sendiri. ( Jurnalis uklik.net – SAFRUDIN )
uklik.net
Kabar Militer
News Uklik
News Daerah
Vidio Uklik


