Seputar Jawa Tengah

Semarak Budaya Indonesia 2019 di Ndalem Joyokusuman, Solo Digelar 2 Malam

" Silahkan semua saja boleh pakai Ndalem Joyokusuman ini, gratis, tapi ubo rampenya disediakan sendiri, " ujar Rudi, sapaan akrab Walikota FX Hadi Rudyatmo.

uklik.net – SOLO – Pagelaran Semarak Budaya Indonesia 2019 menjadi yang pertama kalinya event yang dilangsungkan di Ndalem Joyokusuman, sebuah bangunan cagar budaya yang berada di Kampung Gajahan, Pasar Kliwon Kota Solo.

Meski datang menjelang pagelaran hari pertama berakhir, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo merasa gembira dan memberi apresiasi besar atas digelarnya Semarak Budaya Indonesia 2019 , yang menampilkan berbagai Sanggar Seni dari Solo – Banyumas – Wonosobo dan Pacitan selama 2 hari, Jumat dan Sabtu malam 29/30 November 2019.
Opening ceremoni acara ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Surakarta Ahyani yang didampingi panitia Ira Kusuma.

Beberapa sanggar seni yang tampil dalam acara ini, masing-masing Semarak Candra Kirana Art Center Solo, Sanggar Sarwi Retno Budoyo Solo, Sanggar Krida Budaya Solo, Sanggar Metta Budaya Solo, Sanggar Surya Sumirat Puro Mangkunegaran Solo, Sanggar Orek Solo, Sanggar Sang Citra Solo, Sanggar Putra Bongos Banyumas, Sanggar Satria Wonosobo dan Sanggar Pradnya Pacitan.
Satu persatu penampil membuat suasana Ndalem Joyokusumo tampak meriah, bahkan sebelum foto bersama Walikota Rudi, seluruh penampil menari tarian khas Papua Sajojo.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo merasa gembira dan memberi apresiasi besar atas digelarnya Semarak Budaya Indonesia 2019

Kepada wartawan uklik.net yang bertugas di Kota Solo Safrudin yang menemuinya saat meninjau sudut sudut ruangan Ndalem Joyokusuman, Walikota Rudi berharap semakin banyak event digelar ditempat ini, dan dirinya berjanji untuk mempermudah gelaran event budaya. ” Silahkan semua saja boleh pakai Ndalem Joyokusuman ini, gratis, tapi ubo rampenya disediakan sendiri, ” ujar Rudi, sapaan akrab Walikota FX Hadi Rudyatmo.

Renovasi Ndalem Joyokusuman ini dikatakan Rudi belum selesai. Dia berharap sisi depan akan lebih terlihat lagi. ” Saya ingin, dari perempatan Grobagan, Ndalem Joyokusuman ini bisa lebih terlihat, ” tandas Rudi.

Sebagai bangunan cagar budaya yang ingin dijadikan pusat kesenian untuk warga Solo, Ndalem Joyokusuman didapatkan Pemkot Solo dari hibah Kejaksaan Agung setelah sebelumnya dimiliki mantan Kabulog Wijanarko Puspoyo, yang sebelumnya membeli dari keluarga Malkan Sangidu.
Kini, setelah direnovasi dan disulap menjadi bangunan megah bercirikhas Surakarta, Ndalem Joyokusuman terbuka bagi masyarakat untuk menikmati pagelaran seni budaya, seperti Semarak Budaya Indonesia 2019. (Udi)

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close