google0695e6c9d56b4990.html
Seputar Jawa Tengah

Gelar Resepsi Milad Warga Muhammadiyah Kota Solo Antusias Sambut Muktamar Ke – 48

" Dulu sebelum dibolehkan diluar wilayah Jogya, Muhammadiyah dinamakan SATV, yaitu Sidiq - Amanah - Tabligh dan Vatonah. Beberapa peninggalan saat masih bernama SATV masih ada di Balai Muhammadiyah Solo ini," ujar Drs. Subari yang juga Ketua MUI Kota Solo ini , kepada wartawan uklik.net di Kota Solo Safrudin, yang menemuinya seusai acara.

uklik.net – SOLO – Di Solo Jalin Ukhuwah, Muktamar Satukan Langkah, Bersama Majukan Indonesia, Di Solo Jalin Ukhuwah, Muktamar Satukan Langkah, Bersama Cerahkan Semesta, Sang Surya Suluh Peradaban.

Itulah theme song yang dinyanyikan untuk menyambut Muktamar Muhammadiyah Ke – 48 tahun 2020 yang akan dipusatkan di UMS Kota Solo.

Sebuah gawe besar warga Persyarikatan Muhammadiyah akan kembali digelar diKota Solo , setelah pada 12 Desember 1985 Presiden Suharto membuka Muktamar Muhammadiyah ke-41 yang saat itu digelar di Stadion Sriwedari , pada bulan Juli 2020 akan digelar Muktamar yang ke-48 dan rencananya akan dibuka Presiden Jokowi dan dipusatkan di UMS. Sebuah Dome atau Gedung Besar dengan daya tampung 10 ribu orang , sedang dibangun dan dipersiapkan sebagai pusat Muktamar Muhammadiyah ke-48.

 Persiapan Muktamar Muhammadiyah Ke-48 sudah dilakukan dan antusiasme sangat terasa oleh warga Muhammadiyah di Kota Solo.Hal itu terlihat saat digelarnya ” Malam Resepsi Milad Muhammadiyah Ke-110 ” Pengurus Daerah Muhammadiyah [ PDM ] Kota Solo yang berlangsung di Balai Muhammadiyah Kota Solo , Keprabon Banjarsari Surakarta, 30 November 2019.

Beberapa tokoh Muhammadiyah tampak hadir dalam acara ini seperti Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr. Sofyan Anif, M.Si – Ketua PDM Kota Solo Drs. Subari – Mantan Ketua PDM KH Anwar Sholeh serta beberapa politisi dari PAN dan seluruh pengurus PDM Kota Solo. Hadir dan didaulat menjadi pembicara inti dalam Resepsi Milad ini adalah Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S.

Saat bertausyiah Agus Taufiqurrahman memperkenalkan theme song Muktamar Muhammadiyah Ke – 48 di Solo yang akan datang. Menurut Agus Taufiqurrahman , saat ini berbagai prestasi yang dimiliki Persyarikatan Muhammadiyah menjadi bukti kiprah kemanfaatannya bagi bangsa Indonesia. ” Dengan puluhan ribu madrasah serta ratusan rumah sakit , menjadi bukti nyata kiprah Muhammadiyah dalam berbangsa dan bernegara,” tandasnya dihadapan peserta Resepsi Milad.

Dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S., juga mengatakan, Muhammadiyah dapat berkembang hingga saat ini berkat perjuangan dan kegigihan K.H. Ahmad Dahlan, termasuk juga dengan generasi penerusnya yang terus membantu untuk mewujudkan cita-cita yang ditetapkan oleh Muhammadiyah.

Sementara itu Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Solo Drs. Subari, menyebut bahwa tradisi memperingati kelahiran Muhammadiyah, digelar setiap tanggal 8 Dzulhijah , karena KH Ahmad Dahlan menetapkan 8 Dzulhijah 1330 Hijriyah sebagai awal kelahiran Muhammadiyah , sehingga sekarang dikarunia usia yang panjang, dengan mencapai usia 110 tahun menurut penanggalan Hijriyah.

Saat memberi sambutan di malam resepsi ini , Drs. Subari mengutip argumen Deliar Noer, yang menyebut Deliar Noer punya argumentasi menarik soal modernitas Muhammadiyah. Di awal pembentukannya, Muhammadiyah melihat tantangan paling besar bagi umat adalah tradisi sinkretisme Islam Jawa sebagai tantangan lokal dan kolonialisme Kristen Belanda sebagai tantangan global. Dengan kondisi demikian, Muhammadiyah mengambil kiprah menjadi Islam sebagai agama modern yang memiliki warisan nilai tersendiri, pertengahan antara kekolotan dan modernitas berpikir.

Drs. Subari juga menceritakan , bahwa dulu nama Muhammadiyah hanya boleh dipakai disekitaran Jogyakarta , namun seiring perjalanan waktu nama Muhammadiyah terus melebar hingga ke berbagai daerah. Sampai datangnya Jepang sekitar tahun 1942 Muktamar yang dulu dinamakan Konggres digelar setiap tahun. Selanjutnya setelah sempat digelar 3 tahun sekali , kini Muktamar digelar setiap 4 tahun sekali.

” Dulu sebelum dibolehkan diluar wilayah Jogya, Muhammadiyah dinamakan SATV, yaitu Sidiq – Amanah – Tabligh dan Vatonah. Beberapa peninggalan saat masih bernama SATV masih ada di Balai Muhammadiyah Solo ini,” ujar Drs. Subari yang juga Ketua MUI Kota Solo ini , kepada wartawan uklik.net di Kota Solo Safrudin , yang menemuinya seusai acara.

Menurut salah satu panitia Milad Muhammadiyah 110 di Kota Solo Sudarno, Spd beberapa rangkaian acara Milad ke-110 telah dimulai dengan beberapa kegiatan seperti Malam Refleksi – Turnamen Futsal – Gerak Jalan Warga Muhammadiyah Kota Solo dan diakhiri dengan ” Malam Resepsi Milad Muhammadiyah Ke-110 ” Pengurus Daerah Muhammadiyah [ PDM ] Kota Solo yang berlangsung di Balai Muhammadiyah Kota Solo , Keprabon Banjarsari Surakarta, 30 November 2019. ( Udi )

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close