uklik.net – SRAGEN – Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda ( IM ) Sragen masih menunjukkan kejayaannya , saat berlaga di ajang Jambore Nasional Indonesia Muda ( IM ) di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta , pada 20 hingga 22 Desember 2019. Tampil dengan 3 tim dengan kekuatan sekitar 50 pemain , IM Sragen bisa menyabet juara pada Kelompok Usia 12 dan 16 Tahun.

Prestasi membanggakan ini sekaligus menjadi penghibur bagi IM Sragen yang sempat dibelit ancaman perpecahan beberapa waktu sebelumnya. Sepulang dari Cibubur ,

Mars Juang IM Sragen masih tegas dinyanyikan para pemain di SSB IM Sragen saat berlangsungnya sesi latihan di Lapangan Polres Sragen , Kamis 2 Januari 2020.

Para pemain masih menyimpan kebanggaan yang baru saya diraih usai menyabet dua gelar , dalam laga Jambore Nasional IM se Indonesia ,  IM Sragen berhasil menyabet 2 gelar juara di Kelompok Usia 12 dan 16 tahun.

Pembina IM Sragen , Hartono menuturkan bahwa , dalam sejarahnya Indonesia Muda adalah salah satu tim yang begitu rajin menyumbangkan pemain-pemain didikannya hingga sampai bisa mengenakan lambang Garuda di Dada sebagai pemain tim nasional. Era 80-an misalnya, siapa tidak kenal nama-nama teras seperti Dede Sulaiman, Yohanes Auri, Wahyu Hidayat, dan Didik Darmadi.

Peserta Jambore Nasional adalah anak-anak dengan rentang usia mulai dari 10 tahun, 12, 14 hingga 16 tahun. Mengusung tema besar “Energi Indonesia”, Satu Tekad, Satu Tujuan dari Indonesia Muda untuk Bangsa dan Negara, tercatat 42 tim sekolah sepak bola Indonesia Muda dari Langsa (Aceh) hingga Manokwari (Papua) turut ikut ambil bagian. 1500 peserta tumpah ruah menunjukkan kelasnya sebagai calon aktor rumput hijau Merah-Putih.

Dikatakan Hartono , prestasi anak anak IM Sragen menunjukkan , bahwa kejayaan SSB IM Sragen masih bisa diraih meski dengan berbagai kendala. Hartono mengakui , sempat ada ancaman perpecahan dikalangan pembina SSB IM Sragen sehingga membuat soliditas internal sempat goyah.

Hartono bersyukur konsolidasi SSB IM Sragen , perlahan tapi pasti membuat anak anak IM Sragen menorehkan prestasi yang membanggakan. ” semangat anak anak sangat luar biasa. Kita meraih dua gelar juara dari empat kelompok yang dilagakan , yang berarti peraih juara terbanyak. Ini bukti bahwa kita masih bisa berjaya,” tandas Hartono , tokoh gaek dalam pembinaan sepakbola di Sragen , saat ditemui reporter uklik.net di Lapangan Polres sragen , Kamis(2/1).

Sementara tim pelatih menyebut daya juang para pemain menjadi faktor penentu kejayaan IM Sragen di ajang Jamnas IM di Cibubur.  Head Coach SSB IM Sragen Suyitno menilai , skill para pemain sangat meyakinkan sehingga bisa menembus juara pertama. Yitno berharap , anak anak terutama yang berusia 16 tahun , untuk bersiap diri mengikuti persaingan menuju pembentukan tim Piala Suratin 2020 terutama untuk tim PSISra Sragen.

” Modal kita adalah semangat , meski banyak kendala sebelum berangkat , namun daya juang anak anak sangat tinggi. Sehabis ini , saya harapkan mereka bisa berprestasi lagi , yang usia 12 tahun di event event antar SSB sementara yang 16 Tahun mengikuti seleksi Tim Piala Suratin 2020,” ujar Suyitno , didampingi dua pelatih SSB IM lainya, disela latihan SSB Im Sragen. ( Saf )