uklik.net – Bekasi – Suasana haru menyelimuti acara tahlilan dan doa bersama untuk para korban kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur. Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak KAI dan yang menyelenggarakan RAM ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para korban yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.
Dalam sambutannya, pembicara mengawali dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan sehingga masyarakat dapat berkumpul untuk mendoakan para korban. Ia mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan doa agar para korban yang telah meninggal dunia diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Sementara itu, korban yang masih dalam proses pemulihan diharapkan segera diberikan kesembuhan.
Pembicara juga membagikan pengalaman pribadinya saat terlibat langsung dalam penanganan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tugas terberat yang pernah diembannya adalah ketika harus mengumumkan status para korban secara berkala.
Menurutnya, momen tersebut menjadi pengalaman paling berat sepanjang kariernya karena harus berhadapan langsung dengan duka mendalam keluarga korban.
Ia turut mengapresiasi respons cepat berbagai pihak dalam menangani kecelakaan tersebut.
Proses evakuasi, menurutnya, dapat dilakukan dengan baik berkat kerja sama sejumlah instansi seperti Basarnas, PMI, TNI, kepolisian, serta dukungan dari pemerintah pusat. Bahkan, Presiden disebut memberikan perhatian khusus dengan menyempatkan diri hadir untuk memberikan semangat kepada para petugas di lapangan.
Lebih lanjut, pembicara menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat korban yang dirawat di rumah sakit. Ia memastikan bahwa pendampingan terhadap para korban dan keluarga akan terus dilakukan hingga proses pemulihan selesai.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan doa tahlilan yang dipimpin oleh Ustad Muhammad Noor, yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta yang hadir.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua agar ke depan lebih mawas diri, lebih berhati-hati, dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Boby.
Acara doa bersama ini dihadiri oleh wali kota Bekasi Dr.Tri Adhianto Tjahyono ,S.E.,M.M , yang kemarin meninggal kecelakaan semoga diterima Oleh Allah SWT, ini adalah bagian dari rasa kepedulian dari pemerintah dari masyarakat bahwa kita memiliki rasa prihatin, ikut belasungkawa, tentu harapannya adalah meringankan almarhumah- almarhumah yang sudah berada ditempat yg indah disisi Allah SWT, memberikan support bagi korban yang hari ini masih dirumah sakit ataupun korban yang masih berada dirumah salam rangka untuk merehabilitasi secara mental dan juga persiapan fisik bahwa mereka adalah pahlawan & pahlawan, mereka berjuang, mati syahid Insya Allah diterima oleh Allah SWT ujar Tri.
Tri mengatakan nanti kita juga adakan 100 hari,mudah- mudahan 1000 hari nya akan terus kita kenang. Ini bukan hanya mengenang yang telah tiada tapi,menjadikan momentum untuk kita semua introfeksi, berbenah diri, memperbaiki secara struktural, persoalan yang ada ini mulai elektrikal terkait dengan cara prasarana kereta apinya terkait posisi nyalanya, terkait dengan apa jalan yang tidak sebidangnyadan bagaimana terus mengelola bahwa kereta api ini sudah menjadi kebutuhan warga masyarakat dan angkutan memang diminati, tentu kita harus memberikan apa namanya prioritas yang lebih besar lagi karena memang kereta api mampu mengangkut penumpang yang banyak dalam waktu yang cepat dan tidak terganggu oleh gangguan samping dari yang nyebrang dan hal hal lain pungkasnya.
Acara ditutup dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta doa. Dalam suasana penuh haru, pembicara mengakui bahwa dirinya masih merasakan kehilangan mendalam akibat peristiwa tersebut.(FRT)
