“Katakan Tahu pada NAPZA, Demi Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”
uklik.net – Semangat membangun generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) mewarnai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Kota Depok Tahun 2026 yang diselenggarakan di Depok Open Space (DOS) pada Minggu (5/7).
Mengusung tema “Katakan Tahu pada NAPZA, Demi Mewujudkan Generasi Emas Depok”, kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas pemuda, akademisi, media, serta masyarakat umum dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis komunitas.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Perkumpulan KULDESAK bersama Lingkar Napza, KDS Pemuda Kuldesak, serta didukung berbagai mitra strategis di Kota Depok. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok, Satuan Reserse Narkotik Polres Metro Depok, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok, organisasi profesi, komunitas pemerhati kesehatan jiwa, serta sejumlah lembaga masyarakat sipil.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama masyarakat yang berlangsung bersamaan dengan agenda Car Free Day, dilanjutkan dengan talkshow interaktif, edukasi publik mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, kampanye kesehatan mental, layanan konsultasi, pembagian media informasi, serta deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menciptakan Kota Depok yang lebih sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ketua panitia menyampaikan bahwa pendekatan pencegahan penyalahgunaan NAPZA tidak lagi dapat dilakukan hanya melalui pendekatan hukum semata, tetapi harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, media, dunia usaha, serta pemerintah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi dialog interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh pelajar, mahasiswa, orang tua, pegiat komunitas, hingga masyarakat umum mengenai pencegahan penyalahgunaan NAPZA, rehabilitasi, kesehatan mental, stigma terhadap penyintas adiksi, serta peran keluarga dalam membangun ketahanan remaja.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan sehingga informasi mengenai layanan pemerintah, rehabilitasi, konseling, hingga mekanisme pelaporan dapat tersampaikan secara langsung kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan HANI 2026, seluruh pihak yang terlibat menegaskan pentingnya membangun paradigma baru bahwa perang melawan penyalahgunaan NAPZA harus berjalan beriringan dengan upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyintas adiksi. Pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan, pemulihan, kesehatan jiwa, dan pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 di Kota Depok diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya gerakan kolaboratif lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Depok. (red)


