Uklik.net – TANGGERANG || Kondisi perbatasan Tanggerang dan Banten dinilai memperihatinkan. Hal tersebut dikarenakan dibeberapa ada tugu perbatasan yang sangat kumuh tidak terawat oleh pihak instansi Pemerintah.
Padahal keberadaan Tugu, selain berfungsi sebagai simbol status sosial dari suatu wilayah juga merupakan petunjuk batas suatu wilayah, Namun apa yang terjadi bila tugu tersebut kehilangan statusnya terlebih sebagai Tugu yang melambangkan wilayah penyanggah dan menjadi penghubung antara Jakarta, Cengkareng Tanggerang ke Banten dan sebaliknya.
Sebagai gerbangnya Tanggerang memasuki ke DKI Jakarta dan sebaliknya, saat ini kondisinya sungguh sangat kumuh seperti tidak ada perawatan. Tugu selamat datang yang seharusnya dapat mencerminkan jati diri suatu Provinsi khususnya di wilayah Tanggerang dan Banten seakan tidak ada satupun pejabat peduli kebersihan terhadap lingkungan.
Pengamatan Wartawan di lapangan, Jum’at (01/05/2) tampak terlihat tulisan di tugu perbatasan hurufnya hilang, rumput ilalang penuhi disekitar tugu, dan cat warna tugu kusam.
“Seharusnya tugu perbatasan tersebut lebih terawat dan lebih baik lagi kondisinya, apalagi jalan ini jalan Utama penghubung antar Wilayah Tanggerang dan Banten” ucap Dahlan (43), salah seorang warga, kepada Wartawan, Jum’at (01/05/26).
Tugu yang kondisinya saat ini tidak terawat banyak pengendara atau orang yang melintasi daerah tersebut terkesan mengabaikannya apalagi Pejabat instansi terkait cuek saja.
“Seharusnya ada perhatian lebih, meskipun hanya sebuah tugu pembatas, tetapi setidaknya bisa menegaskan pembatas wilayah di dua daerah, cermin tidak mencontohkan kebersihan terhadap lingkungan” ujarnya.(Rizky Tile)
