UKLIK NET – SOLO – Gregorius Agung Sasongko, yang dikenal pernah menjadi Legislator DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) , meninggal dunia dan dimakamkan, di Pemakaman Katolik Pucangsawit Kota Solo Jawa Tengah, pada Minggu sore, 21 Juni 2026.
Agung Sasongko terpilih menjadi Anggota DPR RI pada Pemilu 2004 , dari daerah pemilihan 2 Jateng, yang meliputi Demak , Kudus dan Jepara. Saat itu , Agung Sasongko mendampingi almarhum Dedi Sutomo, untuk periode 2004-2009.
Saat berlangsungnya pemakaman, tampak foto besar saat mendiang menjadi Anggota DPR dibawa didekat pusara.
Pemakaman dengan upacara Agama Katolik ini dipimpin seorang romo. Ketiga putri mendiang tampak ikut dalam prosesi pemakaman , masing-masing Terry Priyadarsini , Ernest Krisna Murti dan Amrita Saraswati. Sedangkan satu lagi putri mendiang yaitu Juwita Maharani sedang berada di Eropa.

Sedangkan tiga saudara kandung mendiang Agung Sasongko, yang ikut hadir dalam pemakaman adalah Haji Suwanto SE , Pak Sri dan Bu Wanti. ” Semua kita tujuh bersaudara, yang masih tinggal tiga. Kita asal usul nya dar Wonogiri kecamatan Manyaran,” ujar Haji Suwanto, yang juga dikenal sebagai pengusaha Percetakan Aneka Ilmu Semarang, disela-sela acara pemakaman. Sama dengan mendiang Agung Sasongko, Haji Suwanto juga aktif dalam berorganisasi. Saat tahun 2004 , Haji Suwanto menjadi calon anggota DPD , sedangkan Agung Sasongko menjadi calon anggota DPR RI. ” Waktu itu saya dapat suara 250 ribu tidak jadi , sedangkan Agung Sasongko dapat suara 50 ribu jadi,” imbuh Suwanto, yang pernah menjadi Ketua Ikatan Penerbit Indonesia ( Ikapi ) Jawa Tengah, jabatan yang juga pernah dipegang oleh Agung Sasongko.
Sosok Agung Sasongko, menurut Haji Suwanto adalah pekerja keras. Agung Sasongko mengawali usahanya kecil kecilan dengan mempeoduksi nota dan bloknote. Sekitar tahun 1966 , setamat dari SMEA Negeri 1 Solo , Agung Sasongko tetap berdagang nota dan bloknote sambil menjadi wartawan di majalah Dharma Nyata. Majalah berbahasa jawa inilah menjadi awal karir Agung Sasongko bekerja didunia persuratkabaran, hingga akhirnya, ketika percetakan PT Pabelan menjadi besar , Agung Sasongko mencetak koran , diawali dengan tabloid Opini , dilanjutkan dengan Koran Poskita dan Bengawan Pos. Namun , koran milik Agung Sasongko harus tutup, karena dari hari kehari terus merugi. Pada 30 September 2004 , koran Bengawan Pos berhenti terbit. Sementara sejak 1 Oktober 2024 , Agung Sasongko menjadi anggota DPR dari fraksi PDIP.
Bagi banyak wartawan, Agung Sasongko adalah sosok yang telah berjasa. Melalui media cetak yang diterbitkan, Agung mampu melahirkan puluhan bahkan ratusan wartawan, yang akhirnya bisa berkiprah ditempat lain .
Kini , nama Agung Sasongko akan terus dikenang. Baik sebagai pengusaha, sebagai wartawan dan sebagai politisi , yang menjadi tauladan, atas kegigihan dalam meniti karier dari bawah.
Selamat jalan Pak Agung Sasongko, namamu akan terus abadi bagi orang orang yang menerima manfaat atas karya karyamu. ( JURNALIS UKLIK.NET – SAFRUDIN )

