google0695e6c9d56b4990.html
NasionalSeputar Depok

Kapolda Metro Jaya Kukuhkan Polres Depok Menjadi Polres Metro Depok

Kapolresta Kota Depok, AKBP Azis Andriansyah, menyatakan tantangan serius dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu penegakan hukum serta perlindungan, penganyoman dan pelayanan masyarakat secara langsung untuk perubahan dengan menyesuaikan dinamika penduduk dimana peningkatan tipe dari Polresta menjadi Polres Metro Depok. Ia menerangkan, personil Polresta Depok ada 1630 orang.

uklik.net –  Pengabdian Polres Depok kini menjadi Polres Metro Depok. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan masyarakat demi terciptanya keamanan lingkungan di Kota Depok tersebut.

Menurut Kapolda Metro Jaya Jakarta, Komjen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, mengatakan dalam rangka peningkatan Polres Depok menjadi Polres Metro Depok, karena frekuensi dan beberapa indikator dimana perkembangan kota begitu pesatnya, serta ada perubahan yang tinggi di Kota Depok. Ia menjelaskan, karena dengan kemajuan pembangunan di Kota Depok ini, disisi lain menimbulkan dampak negatif dimana gangguan-gangguan keamanan secara nasional maupun gangguan keamanan yang menggunakan teknologi lebih canggih bisa terpantau.

“Mudah-mudahan ada perubahan ketika menambah jumlah personilnya, sarana prasarana dan pembayaran gaji anggotanya akan semakin meningkat. Sedangkan pada permasalahannya tahun 2020 ini, kalau nggak salah jumlah anggota Polri 150 ribu, kenapa tunjangan kinerja bisa meningkat 50%,” kata Gatot dalam sambutannya, di Polres Kota Depok, Jumat (03/01/2020).

Lanjutnya, sedangkan 94 triliun naik 60% untuk belanja pegawai, 25% belanja barang operasional dan 15% itu belanja modal.

“Atas bantuan kendaraan roda dua (2) dan satu (1) unit mobil operasional dari Walikota Depok dan konsekuensinya harus menjadi lebih baik termasuk peningkatan maupun penekanan tingkat kejahatan yang ada di masyarakat serta memberikan pelayanan karena di Kota Depok akan semakin berat. Dan lebih kondusif secara perubahan dalam memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat dengan program reformasi internal Polri untuk reformasi struktural reformasi instrumental,” pungkasnya.

Tampak hadir sejumlah Forkompinda Kota Depok, Dandim Kol. Agus Isrok Mikroj, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, Ketua PN Setiono, Ketua Bhayangkari, Camat se-Kota Depok, Ketua KPUD, Nana Shobarna, Ketua Ormas, tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Sementara, Kapolresta Kota Depok, AKBP Azis Andriansyah, menyatakan tantangan serius dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu penegakan hukum serta perlindungan, penganyoman dan pelayanan masyarakat secara langsung untuk perubahan dengan menyesuaikan dinamika penduduk dimana peningkatan tipe dari Polresta menjadi Polres Metro Depok. Ia menerangkan, personil Polresta Depok ada 1630 orang.

“Untuk tipe Polres Metro walaupun dilaksanakan secara bertahap dimana jumlah Polsek sebanyak 7%, sedangkan jumlah kecamatan di wilayah hukum Polresta Depok sebanyak 11 Kecamatan di wilayah Kotamadya Depok. Sementara kantor Polsek Cinere ke Bojongsari, Tapos, Cipayung saat ini sedang proses permohonan bantuan pengadaan lahan kepada pemerintah (Pemkot) Kota Depok. Namun melakukan upaya preventif maupun represif  dan berupaya membuat proposal kreatif, yaitu aplikasi layanan masyarakat “aplikasi “Halo Polisi”. Karena tujuan untuk memudahkan masyarakat atas layanan dari Polri, sementara aplikasi elektronik patroli untuk merespon dengan cepat permohonan masyarakat terhadap pelayanan Polri. Setelah tipe Polres ditingkatkan Polres Metro Depok menjadi fondasi bagi kami untuk memberikan yang terbaik pada masyarakat,” terangnya. (Yanto)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close