google0695e6c9d56b4990.html
Seputar Jawa Tengah

Kolaborasi Budaya Aceh & Solo Garapan Massal 1001 Penari Balaikota Solo , 2-2-2020

Event Kolaborasi budaya Aceh dan Solo ini, sudah dipersiapkan sejak 3 bulan sebelumnya , bahkan telah digelar pre event di Ngarsopuro pada 15 Desember 2019. Tema kegiatan ini adalah " Peusaboh Hatee Wareh Syedara ".

uklik.net – SOLO – Sebuah event kolaborasi budaya, antara budaya aceh dengan Solo Jawa Tengah, digelar di halaman Balaikota Solo pada Minggu 2 Februari 2020 pagi. Ada 1001 penari yang didatangkan dari beberapa SMA dan SMK di Soloraya , serta 3 Perguruan Tinggi ditambah para penari dari Polisi Wanita ( Polwan ) yang datang dari Polres Solo – Sukoharjo – Klaten dan Boyolali, tampak rancak menggelar tarian Ratoh Jaroe sebuah tarian khas Aceh.

Dua pejabat yang hadir dan ikut larut dalam aksi aksi di lapangan , adalah Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Rafli Kande seorang seniman Aceh yang saat ini menjadi anggota DPR – RI. Dalam kesempatan ini, Walikota Rudi memberikan kenang – kenangan berupa wayang kulit Gatot Koco kepada Rafli ┬ádan sebilah keris dengan warangannya, kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Aceh [ BPPA ] Provinsi Aceh, Sabri,S,Stp Msp. Hadir pula dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kebudayaan Solo Kinkin Sultanulhaqim dan tokoh Aceh di Solo Razali Ismail Ubit.

Acara sempat molor sekitar satu jam, karena Walikota Rudy harus berada dalam pembukaan Solo Great Sale di Ngarsopuro. Setelah Rudy hadir di Pendopo Balaikota , sebuah prosesi pembukaan dimulai dengan adegan tukar menukar simbul daerah yaitu antara Peci Aceh dengan Blangkon khas Solo. Seusai penampilan Color Guard yang menjadi salah satu devisi dalam marching band , 1001 satu penari tampak berlari ke rumput hijau Balaikota Solo.

Usai seremoni dan pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Rafli Kande dan pemukulan Rapai oleh Walikota, Rafli Kande langsung membawakan satu buah lagu Aceh yang membuat suasana Balaikota tampak meriah. Selanjutnya para penari beraksi dengan atraktif hingga selesai.

Saat memberi sambutan, Walikota Rudi menjelaskan pentingnya budaya tari bagi pelestarian seni milik bangsa. Terkait hal ini , Rudi menyatakan telah membuat Pagar Tari di Solo yaitu Paguyuban Sanggar Tari.

Suasana khas Aceh tampak kental terasa dalam kegiatan ini. Para penari yang berdandan khas Aceh dengan atraktif menari Ratoh Jaroe lancar hingga selesai. ” Pertukaran budaya Aceh dengan Solo ini sangat penting, untuk saling mengenal. Kedepannya nanti, rombongan dari Solo yang akan datang ke Aceh untuk melakukan acara seperti ini,” ujar Rudi, bersemangat.

Rudi juga menginfokan, bahwa pada April mendatang, untuk memperingati hari tari dunia, akan digelar tarian massal ” tari Kidang ” yang akan diikuti sekitar 5 ribu penari, seperti pada tahun sebelumnya.

Event Kolaborasi budaya Aceh dan Solo ini , sudah dipersiapkan sejak 3 bulan sebelumnya , bahkan telah digelar pre event di Ngarsopuro pada 15 Desember 2019. Tema kegiatan ini adalah ” Peusaboh Hatee Wareh Syedara “. ( Saf )

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close